MAKALAH
DASAR – DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN
“
PROFIL PERTANIAN DAN PETANI SUKSES DI BENUA ASIA
”
KELOMPOK ASIA :
DENI AVIAN SOFYAN KHANAN
(12.112.020)
MUHAMMAD KHOIRUDDIN (12.112.014)
SIDIQ
YUDHI ANGGARA (12.112.007)
SIMAK
ENDY SAIRANA (12.112.005)
MUHAMMAD
CHOIRUL (12.112.018)
NOVRI
PRASETYA (12.112.011)
DOSEN PEMBIMBING :
ROHMATIN
AGUSTINA, S.P, M.P
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH GRESIK
FAKULTAS
PERTANIAN
PROGRAM
STUDI AGROTEKNOLOGI
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah
puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya dengan Rahmat, Hidayah, Kasih Sayang dan Barokah-Nya, penulis dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul “Profil Pertanian Dan Petani Sukses
Di Benua Asia” ini.
Makalah
ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Dasar – Dasar Perlindungan Tanaman pada
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik, Program Studi Agroteknologi.
Penulis
menyadari bahwa dalam proses penyelesaian makalah ini tidak terlepas dari peran
dan sumbangsih pemikiran serta intervensi dari banyak pihak. Karena itu dalam
kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan
sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam
menyelesaikan penulisan makalah ini,
terutama kepada dosen pembimbing kami Ibu Rohmatin
Agustina, serta rekan –
rekan dari kelompok Benua Asia.
Dalam penyelesaian makalah ini, penulis menyadari
bahwa makalah
ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Sehingga kritik serta saran yang membangun sangat
penulis harapkan,dan semoga
tulisan ini bermanfaat, Amin.
Gresik,April 2013
Tim Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar 1
Daftar Isi 2
BAB I : PENDAHULUAN 3
A.Latar Belakang Masalah 3
B.Perumusan Masalah 3
C.Tujuan Penulisan 3
D.Metode Penulisan 4
BAB II : PEMBAHASAN 5
A.
Contoh Profil
Petani Sukses Dari China 5
B. Contoh
Profil Petani Sukses Dari Jepang 6
C. Contoh Profil Petani Sukses Dari Thailand 7
D. Contoh Profil Petani
Sukses Dari Kamboja 8
E. Profil Pertanian Di
Malaysia 10
F. Profil Pertanian Di
Âu Lạc Tengah, Bình Thuận, Vietnam 10
BAB III : KESIMPULAN 12
A. Kesimpulan 12
B. Saran
– Saran 13
DAFTAR PUSTAKA 14
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pada
zaman modern ini, kita ketahui bahwa perkembangan organisme perlindungan
tanaman (OPT) sangat bervarian dan perlu bagi kita sebagai generasi muda untuk
berusaha mengatasi serta mengurangi dampak – dampak dari OPT tersebut. Maka
pada makalah di mata kuliah Dasar – Dasar Perlindungan Tanaman ini, kami
mengumpulkan kisah – kisah pertanian pada kawasan Benua Asia serta beberapa
profil petani sukses, agar bisa menginspirasi kita tentang cara – cara
perlindungan tanaman, budidaya, serta pemasaranya.
B. PERUMUSAN MASALAH
Sebagai pedoman dalam penyelesaian makalah ini yang
berjudul “Profil
Pertanian Dan Profil Petani Sukses Di Benua Asia”, maka
kami merumuskan masalah sebagai pokok bahasan, yang
perincianya antara lain adalah sebagai berikut :
- Profil
Petani Sukses Di Asia
- Profil Pertanian Di Benua Asia
Dan
beberapa tambahan uraian yang mendukung bahasan inti tersebut yang disertai
dengan kesimpulanya.
C. TUJUAN PENULISAN.
Adapun
tujuan penulisan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar
– Dasar Perlindungan Tanaman,
serta acuan dan dorongan bagi kita untuk lebih mengembangkan pengetahuan
tentang cara – cara melindungi tanaman dari organisme pengganggu tanaman dengan lebih tepat dan mampu mempengaruhi pertumbuhan tanaman dengan baik.
D. METODE PENULISAN
Metode
yang digunakan penulis dalam menyusun
makalah ini adalah,
dengan metode
kepustakaan, yaitu dengan memberikan
gambaran tentang materi-materi yang berhubungan dengan permasalahan, melalui literatur buku-buku yang
tersedia, serta dari beberapa situs internet.
BAB II
PEMBAHASAN
A.PROFIL PETANI SUKSES DI BENUA ASIA
1.
CONTOH PETANI SUKSES DARI CHINA
Nama :
Hao Xianzhang
Luas :
5 Ha
Komoditas :
Buah Pir
Hal
yang menjadikan ia semakin sukses adalah ide kreatifnya dalam hal membentuk
unik buah-buah an dikebunya menyerupai sebuah patung budha.
Setidaknya
Hao membutuhkan waktu 6 tahun untuk percobaan agar mencapai penyempurnaan
teknik pembentukanya. Yakni dengan telaten, satu persatu buah pir yang
dibudidayakanya dibungkus dengan menggunakan cetakan plastik sejak awal
berbuah.
Setelah
beberapa upaya tadi dilakukan, sampai saat ini setidaknya 10.000 buah pir unik
itu telah dipanen dalam sekali musim panen.
Dalam
hal pemasaran, Hao mengungkapkan tidaklah sulit memasarkan buah pir nya, walau
banderolnya sangat tinggi atau sekitar 5 Pounsterling (sekitar Rp. 70.000,-)
per buah.
Apalagi
di China sendiri banyak yang beragama Budha, dan kebanyakan dari masyarakat
yang membeli mengaku itu sangat lucu dan bahkan ada yang beranggapan membawa
sebuah keberuntungan.
Dan
kini Hao pun berencana akan melakukan ekspansi bisnisnya ke sejumlah pasar
eropa.
Adapun
dalam proses perlindungan tanaman-nya, disayangkan beliau masih memakai pupuk
serta insektisida dan pestisida dari bahan kimia, dan belum banyak menggunakan
dari bahan organik.
Tapi
buah – buah nya yang dibungkus dengan cetakan plastik tersebut bisa
meminimalisir hama, penyakit, dan mikroorganisme lain yang sewaktu – waktu bisa
langsung menyerang ke buahnya. Dan dari segi sisa pemupukan, penyemprotan
obat-obatan , sisa residu – residu dari bahan2 kimia yang digunakan tersebut tidak
langsung menempel ke buah, yakni masih terlindungi oleh plastik cetakan.
2.
CONTOH PETANI SUKSES DARI JEPANG
Nama : Takao Furuno
Luas : -
Komoditas : Pertanian Organik
Takao
Furuno lahir tahun 1950 dan tinggal di daerah pedesaan pada sebuah kepulauan
Jepang bagian selatan. Seorang petani kecil, ia adalah salah satu petani yang
pertama dan memulai menggunakan metode pertanian secara organik, yaitu telah
membuktikan nilai mereka di masa lalu dan baru-baru ini metode organik tersebut
mulai gencar dilakukan. Ia melakukan usaha pada tahun 1978, dan telah
membenamkan namanya dalam buku yang terkenal Rachel
Carson, Silent Spring, dan menemukan motivasi yang ia butuhkan untuk
mengambil arah baru diladangnya.
Setelah
sepuluh tahun menggunakan metode pertanian organik dan sering sakit, Takao
Furuno belajar dari metode pertanian tradisional yaitu dengan membiarkan bebek untuk
menghilangkan gulma di sawah. Percobaan pertama tersebut sukses besar. Selain
untuk melindungi kesehatan keluarganya, Furuno sekarang menghasilkan hasil
panen yang sama dengan jumlah hasil panen dengan menggunakan metode yang lebih
konvensional. Dan sekarang ia berbagi pengetahuan dengan produsen lain. Karena
peningkatan konstan dalam populasi dunia, ada tekanan konstan untuk
menghasilkan terus meningkat jumlah makanan. Biji-bijian yang paling sering
dikonsumsi di planet ini, beras merupakan makanan pokok bagi orang-orang di
banyak negara, khususnya di Asia. Hal ini sangatlah penting untuk melestarikan
tanah subur dan mengadopsi metode yang berkelanjutan untuk menjamin pasokan
makanan yang dapat diandalkan.
Berbeda
dengan metode pertanian kimia, pertanian organik adalah cara bercocok tanam
yang tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida, dan mempertimbangkan
keseimbangan alami dalam tanah. Meskipun seringkali menjadi tantangan bagi
petani untuk mengadopsi praktek organik, maka mereka harus memecahkan masalah
dengan cara yang ramah lingkungan jika mereka ingin mendapatkan hasil yang sama
seperti petani konvensional, dengan demikian mereka mendapatkan manfaat baik
kesehatan manusia dan lingkungan.
3.
CONTOH PETANI SUKSES DARI THAILAND
Nama : Chanvit Pholcovin
Luas : 5 Ha
Komoditas : Durian
A.Sistem
Budidaya
Ketinggian Tempat
Ketinggian
tempat untuk bertanam durian tidak boleh lebih dari 800 m dpl. Tetapi ada juga
tanaman durianyang cocok ditanam diberbagai ketinggian. Tanah yang berbukit
atau memiliki kemiringan yang cukup tinggi kurang baik dibanding dengan lahan
yang datar.
Pembibitan
Bentuk
fisik benih yang baik harus memiliki sifat-sifat genetik yang baik dan tidak
mengandung penyakit, setelah didapat benih baru kita tentukan benih yang
baik dan sehat dengan cara pemilihan
sebagai berikut:
Bentuk,
ukuran dan warnanya harus seragam, kalau benih itu bulat semuanya harus
berbentuk bulat (tidak ada yang pipih atau lonjong), begitupun kalau kita pipih
berarti harus semua pipih. Ukuran dan warna harus seragam, tidak ada yang lebih
besar atau lebih kecil.
Permukaan
benih harus bersih dan mengkilat. Tidak ada yang kotor atau keriput. Benih yang
keriput pertanda dipetik pada saat buah belum cukup umur.
Tidak
tercampur dengan benih hampa dan macam-macam kotoran, seperti tanah, sisa
kulit, biji rumput, dan sebagainya.
B.Pemasaran
Dan Upaya Perlindungan Tanaman
Untuk
pemasaranya, petani ini menyalurkanya ke pasar – pasar tradisional, serta dalam
pengendalian hama/penyakit masih menggunakan pestisida dari bahan kimia.
4.
CONTOH PETANI SUKSES DARI KAMBOJA
Nama : Luke Simmons
Luas : 2,1 Ha
Komoditas : Padi
A.Budidaya
dan Produksi
Menggunakan
5—10 ton/ha kompos bermutu setiap tahun, menanam tanaman pupuk
hijau/kacangkacangan sebelum atau sesudah budi daya padi, membajak tunggul padi
ke dalam sawah (tidak membakarnya), jerami padi dijadikan kompos atau pakan
ternak, kotoran hewan dijadikan kompos, pupuk kimia dikurangi-diganti pupuk
organik, serta pendauran hara.Petani juga wajib menggunakan pestisida organik
(bukan pestisida kimia), menerapkan prinsip-prinsip Sistem Intensikasi Padi
(SRI), menyimpan benih sendiri untuk ditanam setiap tahun, dan membuat sistem
irigasi yang terdiri atas kolam dan parit terintegrasi pada lahan pertanian.
Hasil panen lebih besar dari 2 ton/hektar, serta laba lebih besar daripada 1
Dolar AS (atau sekitar Rp 11.500) per hari kerja.
B.Kriteria
Untuk Tanaman Sekunder (Sayur Dan Buah)
Menanam
berbagai jenis pohon dan tanaman untuk mengoptimalkan penggunaan lahan, sinar
matahari, hara, dan air. Menggunakan lebih dari 5—10 ton/ha kompos bermutu setiap
tahun, menggunakan kompos cair, Mikroorganisme Efektif (EM), dan Ekstrak
Biologis (BE). Melakukan rotasi tanaman pada berbagai lahan, menggunakan mulsa
untuk melindungi tanah dan menahan air. Sisa tanaman dijadikan kompos atau
pakan ternak. Kotoran hewan dijadikan kompos.
Petani
juga wajib menanam tanaman pupuk hijau di lahan setiap tahun, mengurangi pupuk
kimia dan diganti dengan pupuk organik. Melakukan pendauran hara, menggunakan
pestisida organik (bukan kimia), menyimpan benih sendiri untuk ditanam setiap
tahun, membuat sistem irigasi yang terdiri atas kolam dan parit terintegrasi
pada lahan pertanian, serta laba lebih besar daripada 1 Dolar AS (atau sekitar
Rp 11.500) per hari kerja.
C.Upaya
Memberikan
berbagai penyuluhan dan program pelatihan bagi petani, dengan didukung
penelitian dan fasilitas infrastruktur, berbagai pelatihan, petani tidak
terdorong untuk alih profesi. Bahkan, interaksi aktif masyarakat petani dengan
pemerintah mendorong pola pikir dan mental petani untuk menjadi petani unggul.
Sementara, berbagai insentif untuk mendorong produktivitasnya. Petani
dibebaskan berbagai jenis pajak, mulai dari pajak penggunaan lahan, pajak
irigasi, sampai pajak impor mesin pertanian untuk mendorong produktivitasnya.
B.
PROFIL PERTANIAN DI BENUA ASIA
1.
CONTOH PROFIL PERTANIAN DI MALAYSIA
Luas
lahan pertanian di Malaysia sekitar 70% dari wilayah Negara tersebut, dengan
komoditas utama Kelapa Sawit, Karet, Dan Teh .
Dari
hasil beberapa komoditas tersebut, setidaknya mampu menyumbang sekitar 45% dari
pendapatan negara dan pemasaranya kebanyakan di ekspor ke negara lain.
Adapun
sistem budidaya yang dilakukan diantaranya dilakukan dengan berbagai cara
diantaranya, membuka kawasan pertanian baru diluar lahan seperti rancangan
FELDA, serta menggalakkan program pertumbuhan lahan baru kepada masyarakat.
Dan
dalam upaya perlindungan tanaman nya, yaitu dengan menggunakan pestisida, pupuk
kimia, serta pemilihan bibit unggul yang bermutu tinggi. Serta diiringi dengan
system pertanian yang modern yang dilakukan secara besar – besaran oleh
kelompok tertentu dengan menggunakan buruh yang banyak serta peralatan modern.
2.
Contoh Profil Pertanian Lahan Kering Di Âu Lạc Tengah, Bình Thuận, Vietnam
Sekitar
35% lahan kritis dan semi kritis di Vietnam berada di daerah Provinsi Bình Thuận,
namun petani di daerah tersebut berhasil memamfaatkanya dengan maksimal yaitu
dengan cara menanaminya sayuran serta tumbuhan rempah-rempah/bumbu yang menurut
mereka tumbuhan tersebut tidak memerlukan banyak air.
Pada
musim panas, mereka menanam buncis, kacang tanah, dan jenis kacang
kacang-kacangan karena mereka tahan
kering, sementara untuk waktu tanam kacang tanah perlu sekitar 100-115 hari,
jenis kacang merah dan buncis perlu sekitar 60-65 hari hingga panen. Jadi, di
daerah kurang air di manapun, kita bisa menanamnya.
Metode
pertanian kering disini sudah dilakukan secara turun temurun, dan tidak
meggunakan pestisida atau pun pupuk dari bahan kimia. Hal tersebut guna
mempertimbangkan pertanian berkelanjutan serta keseimbangan alam. Yaitu
dilakukan dengan cara membajak lahan, yang kemudian ditanami dan di tutup
dengan tanah saj, atau melestarikan sistem bercocok tanam tradisional.
Penduduk
disana rata – rata meliki 4000 m2 , dan menerapakan sistem pertanian organik
lahan kering, yang separo sekitar 2000
m2 ditanami buncis dengan penghasilan 100 - 200 kg/ 1000 m2 yang dapat
menghasilkan pendapatan bersih sekitar 4 juta VND. Dan sisanya ditanami kacang
tanah yang menghasilkan sekitar 6 juta VND.
Dengan
sistem ini, petani bias menghemat
pengeluaran serta tenaga tapi hasilnya tetap setabil. Dan yang perlu
diperhatikan selanjutnya adalah penggiliran jenis tanaman yang bervariasi serta
ada kaitanya dengan manfaat pada musim tanam berikutnya.
KESIMPULAN
- KESIMPULAN
Pertanian
di kawasan Asia sejatinya sudah semakin maju dan mulai menggunakan sistem
modern, tapi beberapa masih menerapkan cara – cara tradisional.
Dari
China, seorang petani yang kreatif dengan merapkan sisi kesenian yang dipadukan
dengan budidaya buah pir nya, mampu menembus pasar dengan daya jual dan hasil
yang tinggi, walau sistem yang digunakan masih sangat sederhana, yaitu dengan
mencetak satu persatu buahnya dengan cetakan plastik berbentuk patung budha.
Dari
Jepang, Takao Furuno seorang petani yang mampu sukses dan bertahan dengan cara
organiknya bahkan pada saat ini telah dipakai di beberapa tempat sistemnya
tersebut, yaitu salah satunya dengan memanfaatkan bebek untuk membasmi gulma di
sawah.
Dari
Thailand, Seorang petani durian bahkan sudah menerapkan ilmu pertanian dengan
sangat teliti yaitu mulai dari pemilihan bibit unggul sampai proses penanamanya
serta pemasaranya. Tapi masih disayangkan, petani tersebut masih bergantung
pada pupuk dan pestisida kimia.
Dari
Kamboja, ada seorang petani yang mulai memanfaatkan limbah alam sekitar sebagai
pupuk organik pengganti pupuk kimia. Yaitu, diantaranya tidak membuang jerami
sisa hasil panen padi, melainkan memanfaatkanya sebagai salah satu bahan atau
media buat masa tanam selanjutnya, serta memanfaatkan sisa lahan yang kecil
untuk ditanami sayur – sayuran.
Gambaran
dari pertanian di Malaysia, yang mulai menerapkan sistem pertanian modern,
dengan membutuhkan banyak tenaga serta diimbangi teknologi yang modern.
Gambaran
pertanian dari Âu Lạc Tengah, Bình Thuận, Vietnam, yang merupakan daerah kering
di Vietnam yang mampu memanfaatkan lahan kering sebagai pertanian yang sangat
prospek dan berkelanjutan, karena mereka menggunakakan sistem pertanian organik
dan tradisional dengan menanaminya kacang – kacangan, sayuran, biji – bijian,
serta tanaman obat – obatan.
- SARAN
– SARAN
Demikian
presentasi makalah dari kelompok kami yang berjudul “Profil Pertanian Dan Petani Sukses Di Benua Asia”. Kelompok kami
menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu
perlu bagi kami saran – saran serta masukan dari pembaca yang sifatnya
membangun, agar kita dapat selalu berbenah untuk menjadi yang lebih baik di
masa mendatang.
DAFTAR
PUSTAKA (TIM PENCARI MATERI)
- Muhammad
Khoiruddin (12.112.014) – Contoh Profil Petani Sukses Buah Pir di China
- Muhammad
Choirul (12.112.018) – Contoh Profil Petani Dari Jepang
- Novri
Prasetya (12.112.011) – Contoh Profil Petani Durian Dari Thailand
- Simak
Endy Sairana (12.112.005) – Profil Petani Sukses Dari Kamboja
- Sidiq
Yudhi Anggara (12.112.007) – Profil Pertanian di Malaysia
- Deny
Avian Sofyan Khanan (12.112.020) – Profil Pertanian di Âu Lạc Tengah, Bình
Thuận, Vietnam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar