Rabu, 06 Februari 2013


MAKALAH
PENGANTAR TEKNOLOGI PERTANIAN
                           “ PERAN AGROINDUSTRI TERHADAP EKONOMI RAKYAT ”


KELOMPOK II :
DENI AVIAN SOFYAN KHANAN (12.112.020)
MUHAMMAD KHOIRUDDIN (12.112.014)
MOH. ATOK ILLAH  (12.112.002)
ANDIK YULIANTO (12.112.027)
FIRDY RAHMANA (12.112.008)
LUSIA NATALIA (12.112.033)
PRASETYO (12.112.025)

DOSEN PEMBIMBING :
Ir.RAHMAD JUMADI, M.Kes.

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK
FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya dengan Rahmat, Hidayah, Kasih Sayang dan Barokah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Peranan Agroindustri Terhadap Ekonomi Rakyat” ini.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Teknologi Pertanian, pada Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik, Program Studi Agroteknologi.
Penulis menyadari bahwa dalam proses penyelesaian makalah ini tidak terlepas dari peran dan sumbangsih pemikiran serta intervensi dari banyak pihak. Karena itu dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan makalah ini, terutama kepada bapak dosen pembimbing kami Ir. Rahmad Jumadi, M.Kes, serta rekan – rekan dari kelompok 2.
Dalam penyelesaian makalah ini, penulis menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Sehingga kritik serta saran yang membangun sangat penulis harapkan,dan semoga tulisan ini bermanfaat, Amin.

Gresik,Desember 2012

Tim Penulis



DAFTAR ISI

Kata Pengantar                                                                                               1
Daftar Isi                                                                                                         2
BAB I : PENDAHULUAN                                                                           3
A.Latar Belakang Masalah                                                                             3
B.Perumusan Masalah                                                                                     3
C.Tujuan Penulisan                                                                                         3
D.Metode Penulisan                                                                                       4
BAB II : PEMBAHASAN                                                                            5
A.Pengertian Dan Peran Agroindustri                                                            5
B. Peran Agroindustri Terhadap Ekonomi Rakyat                                         8
C. Agroindustri Berkelanjutan                                                                        10       
D. Prospek Dan Kendala Agroindustri Di Indonesia                                     11
BAB III : KESIMPULAN                                                                             14
A. Kesimpulan                                                                                                14
B. Saran – Saran                                                                                             15
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                16





BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pada periode pembangunan, kebijakan pemerintah lebih memperioritaskan industri pengolahan ( manufaktur ) subsitusi impor, dan mengabaikan pertanian. Kemudian pada Dasawarsa 70-an dimasa orde baru, pembangunan disektor pertanian mulai lebih difokuskan dan mendapat perhatian yang lebih, dengan harapan mampu menjadi tumpuan ekonomi nasional, Tetapi lebih difokuskan pada aspek pembangunan daripada pemerataan, serta kurang menitik beratkan pada sistem pengembangan agroindustri berkelanjutan. Untuk itu,perlu dikembangkanya sistem yang berkelanjutan, agar perkembangan dan hasilnya bisa dinikmati secara kontinyu pada masa mendatang.
B. PERUMUSAN MASALAH
Sebagai pedoman dalam penyelesaian makalah ini yang berjudul Peranan Agroindustri Terhadap Ekonomi Rakyat”, maka kami merumuskan masalah sebagai pokok bahasan, yang perincianya antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Pengertian Agroindustri Dan Tujuanya.
  2. Peranan Agroindustri Terhadap Ekonomi Rakyat.
Dan beberapa tambahan uraian yang mendukung bahasan inti tersebut.
C. TUJUAN PENULISAN.
Adapun tujuan penulisan dalam pembuatan makalah ini adalah, untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Teknologi Pertanian, serta acuan dan dorongan bagi kita untuk lebih mengembangkan Agroindustri yang lebih maju dan berkelanjutan.


D. METODE PENULISAN
Metode yang digunakan penulis dalam menyusun makalah ini adalah, dengan metode kepustakaan, yaitu dengan memberikan gambaran tentang materi-materi yang berhubungan dengan permasalahan, melalui literatur buku-buku yang tersedia, serta dari beberapa situs internet.

















BAB II
PEMBAHASAN

A.PENGERTIAN DAN PERAN AGROINDUSTRI
Agroindustri adalah serangkaian kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang dan menyediakan peralatan, serta jasa untuk kegiatan tersebut. Dalam penerapanya, Agroindustri dimulai dari proses yang paling dasar serta dilakukan secara sistematis, demi terciptanya suatu usaha agroindustri yang dapat menghasilkan dan berkelanjutan sesuai dengan harapan bangsa.
Agroindustri memiliki makna dan pengertian yang luas, sehingga agroindustri memiliki beberapa macam industri yang beragam,  antara lain :
1)      Industri Pengolahan Hasil Pertanian (IPHP)
·         IPHP Tanaman Pangan
·         IPHP Tanaman Perkebunan
·         IPHP Hasil Hutan
·         IPHP Perikanan
·         IPHP Peternakan
2)      Industri Peralatan dan Mesin Pertanian (IPMP)
·         IPMP Budi daya Pertanian
·         IPMP Pengolahan


3)      Industri Jasa Sektor Pertanian (IJSP)
·         IJSP- Perdagangan, menyangkut kegiatan pengangkutan, pengemasan, serta penyimpanan bahan baku.
·         IJSP – Konsultasi, segi perencanaan, pengelolaan sampai pada pengawasan mutu serta evaluasi dan penilaian proyek.
·         IJSP – Komunikasi, menyangkut teknologi perangkat lunak penggunaan komputer dan alat komunikasi modern yang lain.

Inti dari proses agoindustri adalah hubungan suatu sub sistem yang bersama-sama sub sistem lain membentuk sistem agribisnis. Sistem agribisnis terdiri dari sub sistem input (agroindustri hulu), usaha tani (pertanian), output (agroindustri hilir), pemasaran dan penunjang.
Agroindustri mempunyai peran yang sangat berpengaruh dalam siklus perekonomian suatu bangsa. Karena agroindustri dan agribisnis merupakan komponen utama yang menopang aspek-aspek ekonomi lainya. Dengan demikian, proses ini diharapkan mampu mempengaruhi pemerataan dan pembangunan ekonomi secara menyeluruh.
Proses tersebut merupakan tahapan-tahapan dalam proses agroindustri yang bertujuan agar :
  1. Memacu keunggulan kompetitif produk/komoditi serta komparatif setiap wilayah.
  2. Memacu peningkatan kemampuan suberdaya manusia dan menumbuhkan agroindustri yang sesuai dan mampu dilakukan di wilayah yang dikembangkan.
  3. Memperluas wilayah sentra-sentra agribisnis komoditas unggulan yang nantinya akan berfungsi sebagai penyandang bahan baku yang berkelanjutan.
  4. Memacu pertumbuhan agribisnis wilayah dengan menghadirkan subsistem-subsitem agribisnis.
  5. Menghadirkan berbagai sarana pendukung berkembangnya industri pedesaan.
Dalam pengembanganya, agroindustri pedesaan harusnya lebih diutamakan dan dikembangkan dengan modern agar dapat meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan petani. Untuk itu perumusan perencanaan pembangunan pertanian, perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan ketersediaan teknologi tepat guna. Sehingga alokasi sumberdaya dan dana yang terbatas, dapat menghasilkan output yang optimal, yang pada gilirannya akan berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Agar model pembangunan pedesaan yang berkelanjutan dapat terwujud, diperlukan pedoman pengelolaan sumberdaya melalui pemahaman wawasan agroekosistem secara bijak, yaitu pemanfaatan  aset-aset untuk kegiatan ekonomi tanpa mengesampingkan aspek-aspek pelestarian lingkungan.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pengembangan agroindustri pedesaan dapat dilakukan dengan cara :
Ø  Mengembangkan kluster industri, yakni industri pengolahan yang terintegrasi dengan sentra-sentra produksi bahan baku serta sarana penunjangnya.
Ø  Mengembangkan industri pengolahan skala rumah tangga dan kecil yang didukung oleh industri pengolahan skala menengah dan besar.
Ø  Mengembangkan industri pengolahan yang punya daya saing tinggi untuk meningkatkan ekspor dan memenuhi kebutuhan dalam negeri.


B. PERAN AGROINDUSTRI TERHADAP EKONOMI RAKYAT
Pada saat terjadi krisis ekonomi tahun 1998, industri yang mengandalkan teknologi tinggi, dan didukung oleh investasi padat modal yang sebagian besar modalnya hutang dari luar negeri,  serta sebagian peralatan dan bahan bakunya impor, ternyata keadaannya sangat rapuh. Satu demi satu industri tersebut gulung tikar sehingga menimbulkan pengangguran tinggi serta pertumbuhan ekonomi yang negatif. Keadaan sebaliknya terjadi pada industri yang berbasis sumberdaya alam, investasi padat karya, tidak tergantung impor dan tidak menggunakan hutang luar negeri. Industri ini masih hidup dan berkembang serta menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang positif meskipun kecil. Sektor tersebut adalah agroindustri (industri pertanian).
Jumlah perusahaan industri pengolahan hasil pertanian (makanan) menurut data Dinas Pertanian pada tahun 2000, yang merupakan industri menengah dan besar sebanyak 5.612 unit,  industri kecil sebanyak 82.430 unit dan yang merupakan industri rumah tangga sebanyak 828.140 unit. Hal ini menunjukkan bahwa industri pengolahan hasil pertanian  sebagian besar termasuk dalam industri kecil dan industri rumah tangga.   Pengembangan industri kecil dan rumah tangga harus diarahkan untuk meningkatkan kemampuannya, sehingga mampu bersaing dan berkembang di pasar domestik maupun mancanegara. Hal tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip industri kecil, yaitu:
  1. Kebanyakan mengolah bahan baku alam di sekitarnya, dan tidak terlalu tergantung impor.
  2. Umumnya dikerjakan oleh keluarga dan kerabatnya dengan tidak ada pembagian tugas yang jelas.
  3. Hasil produksinya dijual tidak dengan promosi yang dipasarkan dalam pasar lokal dalam radius yang sempit sehingga biaya distribusinya tidak mahal.

Pola pengembangan sektor agroindustri di masyarakat, yang pelaku utama utamanya adalah rakyat sebagai individu, ataupun kelompok sebagai komunitas ataupun penggerak terhadap anggotanya, menerapkan beberapa pola pengembangan yang bertujuan agar dapat memenuhi kesejahteraan masyarakat dengan beberapa cara, diantaranya :
Ø  Pola Kemitraan.
Ø  Model anak angkat, bapak angkat.
Ø  Penyertaan modal ventura .
Ø  Model usaha ekonomi bersama .
Ø  Model inkubator .
Ø  Mitra usaha besar .
Ø  Pola kemitraan Partisipatif .
Ø  Dll.
Dari beberapa pola yang telah diterapkan, Pola Kemitraan / Kemitraan Partisipatif lebih banyak dilakukan di masyarakat, karena pola ini memiliki prinsip :
Ø  Rekayasa kelembagaan ekonomi masyarakat harus mengacu adat budaya setempat .
Ø  Kemitraan usaha didasarkan : saling menguntungkan, saling menghidupi .
Ø  Bentuk lembaga ditetapkan melalui musyawarah .
Ø  Transrormasi lembaga dari informal menjadi formal mandiri dilakukan melalui proses yang wajar .
Ø  Sumber dana berasal berbagai sumber yg dapat menjamin efisiensi dan memungkinkan diterapkan pola bagi hasil .
Ø  Pelaku utama kemitraan berada pada jalur bisnis yang dikembangkan .
Dari prinsip – prinsip pola kemitraan tersebut, ada 4 aspek penting yang perlu diperhatikan dalam membentuk pola kemitraan partisipatif. Yaitu :
  1. Aspek bisnis untuk menjamin kelayakan usaha.
  2. Aspek kesejahteraan sosial untuk menjamin manfaat usaha.
  3. Aspek keikutsertaan untuk menjamin keberlanjutan usaha.
  4. Aspek teknologi untuk menjamin teknik dan mutu produksi.
C. AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN
Pada proses agroindustri, suatu hal yang perlu diperhatikan dan diterapkan didalamnya adalah sistem agroindustri berkelanjutan. Pembangunan agroindustri berkelanjutan adalah pembangunan agroindustri yang didasarkan pada konsep dasar serta manajemen dengan mempertimbangkan proses selanjutnya. Yaitu agroindustri yang dibangun dan dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek-aspek konservasi sumber daya alam, teknologi yang digunakan, dan kelembagaan yang terlibat dalam proses pembangunan, diarahkan untuk memenuhi kepentingan manusia masa sekarang dan masa yang akan datang.
Adapun ciri-ciri agroindustri berkelanjutan yaitu :
  1. Produktivitas dan keuntungan dapat dipertahankan atau ditingkatkan dalam waktu yang relatif lama sehingga memenuhi kebutuhan manusia pada masa sekarang atau masa mendatang.
  2. Sumberdaya alam khususnya sumber daya pertanian yang menghasilkan bahan baku agroindustri dapat dipelihara dengan baik bahkan dapat ditingkatkan, karena keberlanjutan agroindustri sangat tergantung dari tersedianya bahan baku.
  3. Dampak negatif dari adanya pemanfaatan sumber daya alam dan adanya agroindustri dapat diminimalkan.

D. PROSPEK DAN KENDALA AGROINDUSTRI DI INDONESIA
Secara geografis, astronomis, dan aspek-aspek pendukung lainya, letak negara Indonesia sangat setrategis. Seperti potensi sumberdaya yang dimiliki, arah kebijakan pembangunan nasional, potensi pasar domestik dan internasional dalam produk-produk agroindustri, dan peta kompetisi dunia, Indonesia memiliki prospek yang sangat besar untuk mengembangkan sistem agroindustri. Prospek ini secara aktual dan faktual ini didukung oleh hal-hal sebagai berikut:
Pertama, pembangunan sistem agroindustri di Indonesia telah menjadi keputusan politik. Rakyat melalui MPR telah memberi arah pembangunan ekonomi sebagaimana dimuat dalam GBHN 1999-2004 yang antara lain mengamanatkan pembangunan keunggulan komparatif Indonesia sebagai negara agraris dan maritim. Arahan GBHN tersebut tidak lain adalah pembangunan sistem agroindustri.
Kedua, pembangunan sistem agroindustri juga searah dengan amanat konstitusi yakni No. 22 tahun 1999, UU No. 25 tahun 1999 dan PP 25 tahun 2000 tentang pelaksanaan Otonomi Daaerah. Dari segi ekonomi, esensi Otonomi Daerah adalah mempercepat pembangunan ekonomi daerah dengan mendayagunakan sumberdaya yang tersedia di setiap daerah, yang tidak lain adalah sumberdaya di bidang agroindustri. Selain itu, pada saat ini hampir seluruh daerah struktur perekonomiannya didominasi dan pendapatan terbesar adalah pada bidang agroindustri (agribisnis).
Ketiga, Indonesia memiliki keunggulan komparatif (comparative advantage) dalam agroindustri. Kita memiliki kekayaan dalam hal keanekaragaman hayati (biodivercity) daratan dan perairan yang terbesar di dunia, lahan yang relatif luas dan subur. Dari kekayaan sumberdaya yang kita miliki hampir tak terbatas produk-produk agroindustri yang dapat dihasilkan dari bumi Indoensia. Selain itu, Indonesia saat ini memiliki sumberdaya manusia (SDM) agroindustri, modal sosial (kelembagaan petani, local wisdom, indegenous technologies) yang kuat dan infrastruktur agroindustri / agribisnis yang relatif lengkap untuk membangun sistem agroindustri / agribisnis.
Keempat, pembangunan sistem agroindustri / agribisnis yang berbasis pada sumberdaya domestik (domestic resources based, high local content) tidak memerlukan impor dan pembiayaan eksternal (utang luar negeri) yang besar. Hal ini sesuai dengan tuntutan pembangunan ke depan yang menghendaki tidak lagi menambah utang luar negeri karena utang luar negeri Indonesia yang sudah terlalu besar.
Kelima, dalam menghadapi persaingan ekonomi global, Indonesia sulit untuk bersaing dengan produk-produk yang sudah dikuasai negara maju. Indonesia sulit bersaing pada industri otomotif, eletronika, dll dengan negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman atau Perancis. Karena itu, Indonesia harus memilih produk-produk yang memungkinkan memiliki keunggulan untuk bersaing dengan negara-negara maju. Produk yang memungkin Indonesia memiliki keunggulan dan dayasaing tinggi adalah produk-produk agribisnis, seperti barangbarang dari karet, produk turunan CPO (detergen, sabun, palmoil, dll). Misalnya, Jepang menghasilkan mobil, tetapi Indonesia menghasilkan ban-nya, bahan bakar (palmoil diesel), dll.
Dari berbagai peluang serta kelebihan yang tinggi pada prospek perkembangan agroindustri di Indonesia, ada beberapa faktor hambatan serta permasalahan. Baik permasalahan yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Permasalahan di dalam negeri antara lain :

  1. Kurang tersedianya bahan baku secara kontinyu.
  2. Kurang nyatanya peran agroindustri di pedesaan.
  3. Kurang konsistennya kebijakan pemerintah terhadap agroindustri.
  4. Kurangnya fasilitas permodalan.
  5. Keterbatasan pasar.
  6. Lemahnya infrastruktur.
  7. Kurangnya penelitian dan  pengembangan produk.
  8. Lemahnya keterkaitan antara industri hulu dan industri hilir.
  9. Kualitas produksi dan prosesing yang belum mampu bersaing.
  10. Lemahnya entrepreneurship.
Permasalahan yang berasal dari luar negeri merupakan dampak dari adanya perdagangan bebas. Pada era perdagangan bebas semua negara mempunyai peluang yang sama dalam proses perdagangan. Sehingga masing-masing negara akan bersaing memperebutkan pasar dunia. Tiap-tiap negara akan berusaha meningkatkan kualitas dan efisiensi produknya agar mempunyai keunggulan komparatif dan kempetitif, dan hanya negara majulah yang akan mendominasi persaingan tersebut. Negara-negara maju, dengan alasan melindungi kesehatan dan keselamatan konsumen telah menetapkan standar mutu internasional seperti ISO 9000, ISO 14.000, HACCP (Haazard Analysis and Critical Control Point), Nutritional Labelling and Education Act dan  HAM (Hak Azasi Manusia). Standar mutu internasional tersebut dirasakan oleh Negara-negara berkembang sebagai suatu hambatan non tarif.















BAB III
KESIMPULAN
  1. KESIMPULAN
Indonesia merupakan negara yang setrategis dari beberapa aspek yang mempunyai peluang besar dalam mengembangkan agroindustri. Dilihat dari sejarah, nenek moyang kita yang  hidup dari bercocok tanam. Sehingga pada zaman modern ini perlu dikembangkanya sistem pertanian / agribisnis yang lebih modern dan maju, agar industri pertanian / agroindustri dapat berkembang serta mampu memenuhi kesejahteraan masyarakat.
Agroindustri merupakan proses yang sangat berperan penting dalam siklus ekonomi suatu bangsa, karena agroindustri merupakan komponen utama dan mendasar yang mempengaruhi industri – industri perekonomian yang lainya.
Untuk itu, perlu diperhatikan sistem agroindustri berkelanjutan yang mampu menciptakan proses industri ramah lingkungan dan terciptanya agroekosistem yang seimbang.
Meskipun di Indonesia prospek dan perkembangan agroindustri sangat besar, ada juga kendala-kendala yang terjadi dilapangan. Namun, upaya yang dilakukan oleh masyarakat atau pelaku sector agroindustri untuk menghadapi hal tersebut sangat beragam, serta dilakukan pada banyak macam skala, yaitu kecil, menengah, dan besar. Yang mana industri kecil, menengah lebih dominan dimasyarakat. Sehingga muncul beberapa pola gerakan yang dibentuk oleh pelaku atau organisasi/kelompok industri yang ditujukan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, antara lain : Pola kemitraan, anak angkat/bapak angkat, penyertaan modal ventura, model incubator,mitra usaha besar, PIR, dll.



  1. SARAN – SARAN
Demikian presentasi makalah dari kelompok 2 yang berjudul “Peranan Agroindustri Terhadap Ekonomi Rakyat”. Kelompok kami menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu perlu bagi kami saran – saran serta masukan dari pembaca yang sifatnya membangun, agar kita dapat selalu berbenah untuk menjadi yang lebih baik di masa mendatang.














DAFTAR PUSTAKA
Nurmala,T. 2012. Pengantar Ilmu Pertanian. Graha Ilmu. Yogyakarta
Rodjak,A. 2004. Pengantar Ilmu Pertanian Aspek Sosial dan Ekonomi.Giratuna.    Bandung
Prihmantoro, Heru.1995.Hidroponik Sayuran Semusim Untuk Hobi Dan Bisnis.     Penebar Swadaya.Jakarta
http://indopuro.wordpress.com
http://mrjoxfadh.blogspot.com
Materi Mata Kuliah Pengantar Teknologi Pertanian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar