MAKALAH
PENGANTAR TEKNOLOGI PERTANIAN
“ PERAN AGROINDUSTRI TERHADAP EKONOMI RAKYAT ”
KELOMPOK II :
DENI AVIAN SOFYAN KHANAN
(12.112.020)
MUHAMMAD KHOIRUDDIN (12.112.014)
MOH. ATOK ILLAH (12.112.002)
ANDIK YULIANTO (12.112.027)
FIRDY RAHMANA (12.112.008)
LUSIA NATALIA (12.112.033)
PRASETYO (12.112.025)
DOSEN PEMBIMBING :
Ir.RAHMAD JUMADI, M.Kes.
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK
FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah
puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya dengan Rahmat, Hidayah, Kasih Sayang dan Barokah-Nya, penulis dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul “Peranan Agroindustri Terhadap Ekonomi Rakyat” ini.
Makalah
ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Teknologi Pertanian, pada Fakultas Pertanian Universitas
Muhammadiyah Gresik, Program
Studi Agroteknologi.
Penulis
menyadari bahwa dalam proses penyelesaian makalah ini tidak terlepas dari peran
dan sumbangsih pemikiran serta intervensi dari banyak pihak. Karena itu dalam
kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan
sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam
menyelesaikan penulisan makalah ini,
terutama kepada bapak dosen pembimbing kami Ir. Rahmad Jumadi, M.Kes, serta
rekan – rekan dari kelompok 2.
Dalam penyelesaian makalah ini, penulis menyadari
bahwa makalah
ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Sehingga kritik serta saran yang membangun sangat
penulis harapkan,dan semoga
tulisan ini bermanfaat, Amin.
Gresik,Desember 2012
Tim Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar 1
Daftar Isi 2
BAB I : PENDAHULUAN 3
A.Latar Belakang
Masalah 3
B.Perumusan Masalah 3
C.Tujuan Penulisan 3
D.Metode Penulisan 4
BAB II : PEMBAHASAN 5
A.Pengertian Dan Peran Agroindustri 5
B. Peran Agroindustri Terhadap Ekonomi Rakyat 8
C. Agroindustri
Berkelanjutan 10
D. Prospek Dan Kendala
Agroindustri Di Indonesia 11
BAB III : KESIMPULAN 14
A. Kesimpulan 14
B. Saran
– Saran 15
DAFTAR PUSTAKA 16
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pada periode pembangunan, kebijakan pemerintah lebih
memperioritaskan industri pengolahan ( manufaktur ) subsitusi impor, dan
mengabaikan pertanian. Kemudian pada Dasawarsa 70-an dimasa orde baru,
pembangunan disektor pertanian mulai lebih difokuskan dan mendapat perhatian
yang lebih, dengan harapan mampu menjadi tumpuan ekonomi nasional, Tetapi lebih
difokuskan pada aspek pembangunan daripada pemerataan, serta kurang menitik
beratkan pada sistem pengembangan agroindustri berkelanjutan. Untuk itu,perlu
dikembangkanya sistem yang berkelanjutan, agar perkembangan dan hasilnya bisa
dinikmati secara kontinyu pada masa mendatang.
B. PERUMUSAN MASALAH
Sebagai pedoman dalam penyelesaian makalah ini yang
berjudul “Peranan Agroindustri Terhadap Ekonomi Rakyat”, maka
kami merumuskan masalah sebagai pokok bahasan, yang
perincianya antara lain adalah sebagai berikut :
- Pengertian Agroindustri Dan Tujuanya.
- Peranan Agroindustri Terhadap Ekonomi Rakyat.
Dan
beberapa tambahan uraian yang mendukung bahasan inti tersebut.
C. TUJUAN PENULISAN.
Adapun
tujuan penulisan dalam pembuatan makalah ini adalah, untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar
Teknologi Pertanian, serta acuan dan dorongan bagi kita untuk lebih
mengembangkan Agroindustri yang lebih maju dan berkelanjutan.
D. METODE PENULISAN
Metode
yang digunakan penulis dalam menyusun
makalah ini adalah,
dengan metode
kepustakaan, yaitu dengan memberikan
gambaran tentang materi-materi yang berhubungan dengan permasalahan, melalui literatur buku-buku yang
tersedia, serta dari beberapa situs internet.
BAB II
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN DAN PERAN AGROINDUSTRI
Agroindustri adalah serangkaian kegiatan yang
memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang dan menyediakan
peralatan, serta jasa untuk kegiatan tersebut. Dalam penerapanya, Agroindustri
dimulai dari proses yang paling dasar serta dilakukan secara sistematis, demi
terciptanya suatu usaha agroindustri yang dapat menghasilkan dan berkelanjutan
sesuai dengan harapan bangsa.
Agroindustri memiliki makna dan pengertian yang luas,
sehingga agroindustri memiliki beberapa macam industri yang beragam, antara lain :
1)
Industri
Pengolahan Hasil Pertanian (IPHP)
·
IPHP
Tanaman Pangan
·
IPHP
Tanaman Perkebunan
·
IPHP
Hasil Hutan
·
IPHP
Perikanan
·
IPHP
Peternakan
2)
Industri
Peralatan dan Mesin Pertanian (IPMP)
·
IPMP Budi daya Pertanian
·
IPMP Pengolahan
3)
Industri
Jasa Sektor Pertanian (IJSP)
·
IJSP- Perdagangan, menyangkut kegiatan
pengangkutan, pengemasan, serta penyimpanan bahan baku.
·
IJSP – Konsultasi, segi perencanaan,
pengelolaan sampai pada pengawasan mutu serta evaluasi dan penilaian proyek.
·
IJSP – Komunikasi, menyangkut teknologi
perangkat lunak penggunaan komputer dan alat komunikasi modern yang lain.
Inti dari proses agoindustri adalah hubungan suatu sub
sistem yang bersama-sama sub sistem lain membentuk sistem agribisnis. Sistem
agribisnis terdiri dari sub sistem input (agroindustri hulu), usaha tani
(pertanian), output (agroindustri hilir), pemasaran dan penunjang.
Agroindustri mempunyai peran yang sangat berpengaruh
dalam siklus perekonomian suatu bangsa. Karena agroindustri dan agribisnis
merupakan komponen utama yang menopang aspek-aspek ekonomi lainya. Dengan
demikian, proses ini diharapkan mampu mempengaruhi pemerataan dan pembangunan
ekonomi secara menyeluruh.
Proses tersebut merupakan tahapan-tahapan dalam proses
agroindustri yang bertujuan agar :
- Memacu
keunggulan kompetitif produk/komoditi serta komparatif setiap wilayah.
- Memacu
peningkatan kemampuan suberdaya manusia dan menumbuhkan agroindustri yang
sesuai dan mampu dilakukan di wilayah yang dikembangkan.
- Memperluas
wilayah sentra-sentra agribisnis komoditas unggulan yang nantinya akan
berfungsi sebagai penyandang bahan baku yang berkelanjutan.
- Memacu
pertumbuhan agribisnis wilayah dengan menghadirkan subsistem-subsitem
agribisnis.
- Menghadirkan berbagai sarana pendukung
berkembangnya industri pedesaan.
Dalam pengembanganya, agroindustri pedesaan harusnya
lebih diutamakan dan dikembangkan dengan modern agar dapat meningkatkan
kesempatan kerja dan pendapatan petani. Untuk itu perumusan perencanaan
pembangunan pertanian, perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan
ketersediaan teknologi tepat guna. Sehingga alokasi sumberdaya dan dana yang
terbatas, dapat menghasilkan output yang optimal, yang pada gilirannya akan
berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Agar model pembangunan
pedesaan yang berkelanjutan dapat terwujud, diperlukan pedoman pengelolaan
sumberdaya melalui pemahaman wawasan agroekosistem secara bijak, yaitu
pemanfaatan aset-aset untuk kegiatan
ekonomi tanpa mengesampingkan aspek-aspek pelestarian lingkungan.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pengembangan
agroindustri pedesaan dapat dilakukan dengan cara :
Ø
Mengembangkan
kluster industri, yakni industri pengolahan yang terintegrasi dengan
sentra-sentra produksi bahan baku serta sarana penunjangnya.
Ø
Mengembangkan
industri pengolahan skala rumah tangga dan kecil yang didukung oleh industri
pengolahan skala menengah dan besar.
Ø
Mengembangkan
industri pengolahan yang punya daya saing tinggi untuk meningkatkan ekspor dan memenuhi
kebutuhan dalam negeri.
B. PERAN AGROINDUSTRI TERHADAP EKONOMI RAKYAT
Pada saat terjadi krisis ekonomi tahun 1998, industri
yang mengandalkan teknologi tinggi, dan didukung oleh investasi padat modal
yang sebagian besar modalnya hutang dari luar negeri, serta sebagian peralatan dan bahan bakunya
impor, ternyata keadaannya sangat rapuh. Satu demi satu industri tersebut
gulung tikar sehingga menimbulkan pengangguran tinggi serta pertumbuhan ekonomi
yang negatif. Keadaan sebaliknya terjadi pada industri yang berbasis sumberdaya
alam, investasi padat karya, tidak tergantung impor dan tidak menggunakan
hutang luar negeri. Industri ini masih hidup dan berkembang serta menghasilkan
pertumbuhan ekonomi yang positif meskipun kecil. Sektor tersebut adalah
agroindustri (industri pertanian).
Jumlah perusahaan industri pengolahan hasil pertanian
(makanan) menurut data Dinas Pertanian pada tahun 2000, yang merupakan industri
menengah dan besar sebanyak 5.612 unit,
industri kecil sebanyak 82.430 unit dan yang merupakan industri rumah
tangga sebanyak 828.140 unit. Hal ini menunjukkan bahwa industri pengolahan
hasil pertanian sebagian besar termasuk
dalam industri kecil dan industri rumah tangga. Pengembangan industri kecil dan rumah tangga
harus diarahkan untuk meningkatkan kemampuannya, sehingga mampu bersaing dan
berkembang di pasar domestik maupun mancanegara. Hal tersebut sesuai dengan
prinsip-prinsip industri kecil, yaitu:
- Kebanyakan
mengolah bahan baku alam di sekitarnya, dan tidak terlalu tergantung impor.
- Umumnya
dikerjakan oleh keluarga dan kerabatnya dengan tidak ada pembagian tugas
yang jelas.
- Hasil
produksinya dijual tidak dengan promosi yang dipasarkan dalam pasar lokal
dalam radius yang sempit sehingga biaya distribusinya tidak mahal.
Pola
pengembangan sektor agroindustri di masyarakat, yang pelaku utama utamanya
adalah rakyat sebagai individu, ataupun kelompok sebagai komunitas ataupun
penggerak terhadap anggotanya, menerapkan beberapa pola pengembangan yang
bertujuan agar dapat memenuhi kesejahteraan masyarakat dengan beberapa cara,
diantaranya :
Ø Pola
Kemitraan.
Ø Model
anak angkat, bapak angkat.
Ø Penyertaan
modal ventura .
Ø Model
usaha ekonomi bersama .
Ø Model
inkubator .
Ø Mitra
usaha besar .
Ø Pola
kemitraan Partisipatif .
Ø Dll.
Dari
beberapa pola yang telah diterapkan, Pola Kemitraan / Kemitraan Partisipatif
lebih banyak dilakukan di masyarakat, karena pola ini memiliki prinsip :
Ø Rekayasa
kelembagaan ekonomi masyarakat harus mengacu adat budaya setempat .
Ø Kemitraan
usaha didasarkan : saling menguntungkan, saling menghidupi .
Ø Bentuk
lembaga ditetapkan melalui musyawarah .
Ø Transrormasi
lembaga dari informal menjadi formal mandiri dilakukan melalui proses yang
wajar .
Ø Sumber
dana berasal berbagai sumber yg dapat menjamin efisiensi dan memungkinkan
diterapkan pola bagi hasil .
Ø Pelaku
utama kemitraan berada pada jalur bisnis yang dikembangkan .
Dari
prinsip – prinsip pola kemitraan tersebut, ada 4 aspek penting yang perlu
diperhatikan dalam membentuk pola kemitraan partisipatif. Yaitu :
- Aspek bisnis untuk menjamin
kelayakan usaha.
- Aspek kesejahteraan sosial untuk
menjamin manfaat usaha.
- Aspek keikutsertaan untuk menjamin
keberlanjutan usaha.
- Aspek teknologi untuk menjamin
teknik dan mutu produksi.
C.
AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN
Pada proses agroindustri, suatu hal yang perlu diperhatikan
dan diterapkan didalamnya adalah sistem agroindustri berkelanjutan. Pembangunan agroindustri berkelanjutan
adalah pembangunan agroindustri yang didasarkan pada konsep dasar serta
manajemen dengan mempertimbangkan proses selanjutnya. Yaitu agroindustri yang dibangun
dan dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek-aspek konservasi sumber daya
alam, teknologi yang digunakan, dan kelembagaan yang terlibat dalam proses
pembangunan, diarahkan untuk memenuhi kepentingan manusia masa sekarang dan
masa yang akan datang.
Adapun ciri-ciri agroindustri berkelanjutan yaitu :
- Produktivitas dan keuntungan dapat dipertahankan
atau ditingkatkan dalam waktu yang relatif lama sehingga memenuhi
kebutuhan manusia pada masa sekarang atau masa mendatang.
- Sumberdaya alam khususnya sumber daya pertanian yang
menghasilkan bahan baku agroindustri dapat dipelihara dengan baik bahkan
dapat ditingkatkan, karena keberlanjutan agroindustri sangat tergantung
dari tersedianya bahan baku.
- Dampak negatif dari adanya pemanfaatan sumber daya
alam dan adanya agroindustri dapat diminimalkan.
D.
PROSPEK DAN KENDALA AGROINDUSTRI DI INDONESIA
Secara geografis, astronomis, dan aspek-aspek pendukung
lainya, letak negara Indonesia sangat setrategis. Seperti potensi sumberdaya
yang dimiliki, arah kebijakan pembangunan nasional, potensi pasar domestik dan
internasional dalam produk-produk agroindustri, dan peta kompetisi dunia,
Indonesia memiliki prospek yang sangat besar untuk mengembangkan sistem
agroindustri. Prospek ini secara aktual dan faktual ini didukung oleh hal-hal
sebagai berikut:
Pertama, pembangunan sistem agroindustri di Indonesia telah menjadi keputusan
politik. Rakyat melalui MPR telah memberi arah pembangunan ekonomi sebagaimana
dimuat dalam GBHN 1999-2004 yang antara lain mengamanatkan pembangunan
keunggulan komparatif Indonesia sebagai negara agraris dan maritim. Arahan GBHN
tersebut tidak lain adalah pembangunan sistem agroindustri.
Kedua,
pembangunan sistem agroindustri juga searah dengan amanat konstitusi yakni No.
22 tahun 1999, UU No. 25 tahun 1999 dan PP 25 tahun 2000 tentang pelaksanaan
Otonomi Daaerah. Dari segi ekonomi, esensi Otonomi Daerah adalah mempercepat
pembangunan ekonomi daerah dengan mendayagunakan sumberdaya yang tersedia di
setiap daerah, yang tidak lain adalah sumberdaya di bidang agroindustri. Selain
itu, pada saat ini hampir seluruh daerah struktur perekonomiannya didominasi
dan pendapatan terbesar adalah pada bidang agroindustri (agribisnis).
Ketiga,
Indonesia memiliki keunggulan komparatif (comparative advantage) dalam
agroindustri. Kita memiliki kekayaan dalam hal keanekaragaman hayati
(biodivercity) daratan dan perairan yang terbesar di dunia, lahan yang relatif
luas dan subur. Dari kekayaan sumberdaya yang kita miliki hampir tak terbatas
produk-produk agroindustri yang dapat dihasilkan dari bumi Indoensia. Selain
itu, Indonesia saat ini memiliki sumberdaya manusia (SDM) agroindustri, modal
sosial (kelembagaan petani, local wisdom, indegenous technologies) yang kuat
dan infrastruktur agroindustri / agribisnis yang relatif lengkap untuk
membangun sistem agroindustri / agribisnis.
Keempat, pembangunan sistem agroindustri / agribisnis yang berbasis pada
sumberdaya domestik (domestic resources based, high local content) tidak
memerlukan impor dan pembiayaan eksternal (utang luar negeri) yang besar. Hal
ini sesuai dengan tuntutan pembangunan ke depan yang menghendaki tidak lagi
menambah utang luar negeri karena utang luar negeri Indonesia yang sudah
terlalu besar.
Kelima,
dalam menghadapi persaingan ekonomi global, Indonesia sulit untuk bersaing
dengan produk-produk yang sudah dikuasai negara maju. Indonesia sulit bersaing
pada industri otomotif, eletronika, dll dengan negara maju seperti Jepang,
Korea Selatan, Jerman atau Perancis. Karena itu, Indonesia harus memilih produk-produk
yang memungkinkan memiliki keunggulan untuk bersaing dengan negara-negara maju.
Produk yang memungkin Indonesia memiliki keunggulan dan dayasaing tinggi adalah
produk-produk agribisnis, seperti barangbarang dari karet, produk turunan CPO
(detergen, sabun, palmoil, dll). Misalnya, Jepang menghasilkan mobil, tetapi
Indonesia menghasilkan ban-nya, bahan bakar (palmoil diesel), dll.
Dari berbagai peluang serta kelebihan yang tinggi pada prospek perkembangan agroindustri di Indonesia, ada beberapa faktor hambatan serta permasalahan. Baik permasalahan yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar
negeri. Permasalahan di dalam negeri antara lain :
- Kurang
tersedianya bahan baku secara kontinyu.
- Kurang
nyatanya peran agroindustri di pedesaan.
- Kurang konsistennya
kebijakan pemerintah terhadap agroindustri.
- Kurangnya
fasilitas permodalan.
- Keterbatasan
pasar.
- Lemahnya
infrastruktur.
- Kurangnya
penelitian dan pengembangan produk.
- Lemahnya
keterkaitan antara industri hulu dan industri hilir.
- Kualitas
produksi dan prosesing yang belum mampu bersaing.
- Lemahnya
entrepreneurship.
Permasalahan yang berasal dari luar negeri merupakan
dampak dari adanya perdagangan bebas. Pada era perdagangan bebas semua negara
mempunyai peluang yang sama dalam proses perdagangan. Sehingga
masing-masing negara akan bersaing memperebutkan pasar dunia. Tiap-tiap negara
akan berusaha meningkatkan kualitas dan efisiensi produknya agar mempunyai
keunggulan komparatif dan kempetitif, dan hanya negara majulah yang akan mendominasi persaingan
tersebut. Negara-negara maju, dengan alasan melindungi kesehatan dan
keselamatan konsumen telah menetapkan standar mutu internasional seperti ISO
9000, ISO 14.000, HACCP (Haazard Analysis and Critical Control Point), Nutritional
Labelling and Education Act dan HAM (Hak Azasi Manusia). Standar mutu
internasional tersebut dirasakan oleh Negara-negara berkembang sebagai suatu
hambatan non tarif.
BAB
III
KESIMPULAN
- KESIMPULAN
Indonesia merupakan negara yang setrategis dari beberapa
aspek yang mempunyai peluang besar dalam mengembangkan agroindustri. Dilihat
dari sejarah, nenek moyang kita yang hidup dari
bercocok tanam. Sehingga pada zaman modern ini perlu dikembangkanya sistem
pertanian / agribisnis yang lebih modern dan maju,
agar industri pertanian / agroindustri dapat berkembang
serta mampu memenuhi kesejahteraan masyarakat.
Agroindustri merupakan proses yang sangat berperan
penting dalam siklus ekonomi suatu bangsa, karena agroindustri merupakan
komponen utama dan mendasar yang mempengaruhi industri – industri perekonomian
yang lainya.
Untuk itu, perlu diperhatikan sistem agroindustri
berkelanjutan yang mampu menciptakan proses industri ramah lingkungan dan
terciptanya agroekosistem yang seimbang.
Meskipun
di Indonesia prospek dan perkembangan agroindustri sangat besar, ada juga
kendala-kendala yang terjadi dilapangan. Namun, upaya yang dilakukan oleh
masyarakat atau pelaku sector agroindustri untuk menghadapi hal tersebut sangat
beragam, serta dilakukan pada banyak macam skala, yaitu kecil, menengah, dan
besar. Yang mana industri kecil, menengah lebih dominan dimasyarakat. Sehingga
muncul beberapa pola gerakan yang dibentuk oleh pelaku atau organisasi/kelompok
industri yang ditujukan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,
antara lain : Pola kemitraan, anak angkat/bapak angkat, penyertaan modal
ventura, model incubator,mitra usaha besar, PIR, dll.
- SARAN
– SARAN
Demikian
presentasi makalah dari kelompok 2 yang berjudul “Peranan Agroindustri Terhadap Ekonomi Rakyat”. Kelompok kami
menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu
perlu bagi kami saran – saran serta masukan dari pembaca yang sifatnya
membangun, agar kita dapat selalu berbenah untuk menjadi yang lebih baik di
masa mendatang.
DAFTAR
PUSTAKA
Nurmala,T. 2012. Pengantar Ilmu Pertanian. Graha Ilmu. Yogyakarta
Rodjak,A. 2004. Pengantar Ilmu Pertanian Aspek Sosial dan Ekonomi.Giratuna. Bandung
Prihmantoro,
Heru.1995.Hidroponik Sayuran Semusim Untuk Hobi Dan Bisnis. Penebar Swadaya.Jakarta
http://indopuro.wordpress.com
http://mrjoxfadh.blogspot.com
Materi Mata Kuliah Pengantar Teknologi Pertanian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar